Pertamina Geothermal Energy

Inner banner

Geothermal Beyond Electricity: Panas Bumi Dapat Menjadi Katalis Dekarbonisasi

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), merupakan bagian dari Subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) berupaya untuk memanfaatkan panas bumi tidak sekedar untuk kebutuhan ketenagalistrikan. Banyak hal yang dari energi panas bumi yang bisa dimanfaatkan lebih dari listrik, seperti menghasilkan green hydrogen dan green ammonia sehingga menghasilkan energi yang lebih bersih. Di kalangan praktisi industri energi, pemanfaatan ini disebut sebagai pemanfaatan langsung energi panas bumi.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yuniarto (AY) mengatakan Indonesia merupakan negara dengan kapasitas terpasang pembangkit listrik panas bumi terbesar kedua setelah Amerika Serikat dan memiliki kapasitas terpasang sekitar 10 persen dari potensi energi panas bumi yang ada, dan ini merupakan potensi yang sangat besar kedepannya.

“Saat ini kita telah memiliki momentum transisi energi dan itu akan menjadikan para pemangku kepentingan mendukung pengembangan energi baru terbarukan yaitu panas bumi yang merupakan energi yang ramah lingkungan dan merupakan salah satu komponen penting dalam sistem energi baru yang berkelanjutan,” kata AY dalam Acara Singapore International Energy Week (SIEW) 2022 yang digelar oleh Singapore Energy Market Authority (EMA).

PGE di masa depan akan menjadi pengembang panas bumi yang terbesar, kami melihat di masa depan PGE akan menjadi katalis Dekarbonisasi. PGE sedang mempersiapkan dan menciptakan nilai yang lebih besar dari panas bumi itu sendiri, misalnya dalam pengembangan green hydrogen dan green ammonia,” Tambah AY.

Pada kesempatan lain terdapat pertemuan antara Direktur Utama PGE dengan Chief Executive, Energy Market Authority (EMA) Singapore Ngiam Shih Chun yang tertarik untuk melakukan kerja sama panas bumi antara PGE dan Singapura.

“Singapura berencana untuk berinvestasi lebih banyak dalam membangun energi hijau yang baru, perubahan iklim yang terjadi memberikan ancaman sekaligus peluang yang baru terkait keberlanjutan. Kami tertarik dengan energi panas bumi dan juga telah mengerahkan lebih banyak upaya menggali potensi panas bumi di Singapura,” Ungkap Ngiam Shih Chun.

Dijelaskan Ahmad Yuniarto, dalam menjalankan bisnisnya, PGE terus berkomitmen untuk pengembangan panas bumi dan memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian terintegrasi dari bisnis panas bumi PGE. Penerapan aspek-aspek ESG ini merupakan upaya dalam memberikan nilai tambah serta dukungan PGE pada program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan khususnya panas bumi. Komitmen PGE dalam pengembangan energi panas bumi dapat berkontribusi dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan goals ke 7 (energi bersih dan terjangkau), goals 12 (konstruksi dan produksi yang bertanggungjawab), goals 13 (penanganan perubahan iklim), dan goals 15 (ekosistem darat) pada SDGs (Sustainable Development Goals).

PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan kapasitas terpasang sebesar +1,8GW, dimana 672 MW dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skenario Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkonstribusi sebesar sekitar 82% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

Berita Lainnya

Jumat, 11 November 2022

Langkah Nyata Dukung Net Zero Emission, PGE Siap Tambah Kapasitas PLTP Di Sumsel 55 MW

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menandatangani perjanjian untuk Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC)

Selengkapnya
Rabu, 19 Oktober 2022

PGE dan ORMAT Kolaborasi Kembangkan Teknologi Binary

PGE dan ORMAT Kolaborasi Kembangkan Teknologi Binary

Selengkapnya
Rabu, 05 Oktober 2022

PGE Raih 3 Penghargaan Dharma Karya Muda dari Kementerian ESDM

PGE Raih 3 Penghargaan Dharma Karya Muda dari Kementerian ESDM

Selengkapnya