Pertamina Geothermal Energy

Inner banner

PGE Raih 9 Penghargaan K3 dari Kementerian Ketenagakerjaan

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sebagai bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) meraih 3 Penghargaan Kecelakaan Nihil / Zero Accident, 2 Penghargaan Pencegahan dan  Penanggulangan (P2) HIV AIDS, 3 Penghargaan P2 Covid-19, dan Penghargaan Senam Pekerja Sehat dalam acara Penganugerahan Penghargaan K3 2022 yang diadakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara daring pada Selasa (24/05/2022).

Corporate Secretary PGE, Muhammad Baron mengatakan penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi dari Kemnaker karena PGE menjalankan kegiatan operasi mengutamakan aspek safety.

“Penghargaan ini merupakan pencapaian PGE yang terbukti selalu mengutamakan aspek safety pada kegiatan operasi di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung” ujar Baron.

Dengan penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan upaya K3 atau yang dikenal juga dengan Health, Safety, Security, and Environmental (HSSE) sehingga akan menciptakan pekerja yang selamat, sehat, dan produktif, untuk mendukung pembangunan bangsa.

PGE terus berkomitmen untuk pengembangan panas bumi dan memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian terintegrasi dari bisnis panas bumi PGE. Penerapan aspek-aspek ESG ini merupakan upaya dalam memberikan nilai tambah serta dukungan PGE pada program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan khususnya panas bumi.

Selain itu, pengembangan penyediaan energi panas bumi yang dilakukan PGE juga wujud dukungan dan komitmen PGE dalam mencapai pembangunan berkelanjutan khususnya goal ke 7 (energi bersih dan terjangkau), 12 (konstruksi dan produksi yang bertanggungjawab), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 15 (ekosistem darat) pada SDGs (Sustainable Development Goals).

PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi Utara, dimana dalam wilayah kerja tersebut telah terbangkitkan listrik panas bumi sebesar 1877 MW, yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri (Own Operation) oleh PGE dan 1205 MW dikelola melalui Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract). Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sebesar 82% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi emission avoidance CO2 sebesar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

Berita Lainnya

Jumat, 11 November 2022

Langkah Nyata Dukung Net Zero Emission, PGE Siap Tambah Kapasitas PLTP Di Sumsel 55 MW

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menandatangani perjanjian untuk Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC)

Selengkapnya
Kamis, 27 Oktober 2022

Geothermal Beyond Electricity: Panas Bumi Dapat Menjadi Katalis Dekarbonisasi

Geothermal Beyond Electricity: Panas Bumi Dapat Menjadi Katalis Dekarbonisasi

Selengkapnya
Rabu, 19 Oktober 2022

PGE dan ORMAT Kolaborasi Kembangkan Teknologi Binary

PGE dan ORMAT Kolaborasi Kembangkan Teknologi Binary

Selengkapnya