Pertamina Geothermal Energy

Inner banner

Pemberdayaan Masyarakat

Masyarakat yang tangguh adalah bagian penting dari upaya transisi menuju energi masa depan yang lebih hijau. Kami meyakini bahwa aksi iklim adalah tentang bagaimana perusahaan dan masyarakat memiliki visi yang sama dan bahu-membahu untuk mengambil bagian dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan di saat yang sama, membangun dan memperkuat kesejahteraan masyarakat sekitar. Kami telah menyusun Perencanaan Strategis Program Community Development melalui 5 pilar, yaitu:

  1. Peningkatan Kualitas Pendidikan
  2. Peningkatan Kualitas Kesehatan
  3. Peduli Lingkungan
  4. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
  5. Infrastruktur dan Sosial

Program:

  1. Kamojang Desa Digital (Kang Dedi)

    Salah satu bentuk nyata PGE dalam tumbuh dan berkembang bersama masyarakat diwujudkan dalam program Kamojang Desa Digital atau Kang Dedi. Program ini mengedepankan aspek teknologi yang ramah lingkungan dalam menciptakan ketahanan dan kemandirian masyarakat. Tiga aspek teknologi yang telah dikembangkan yaitu:

    1. Kang Dedi Ngenet atau Internet Hijau

      Masyarakat dapat memperoleh akses internet dengan alat pembayaran berupa sampah atau penanaman pohon

    2. Kang Dedi Ngajajapkeun atau Aplikasi Rangers App,

      Aplikasi ini menyediakan layanan transportasi, mitra jasa wisata, media penjualan daring serta media promosi

    3. Kang Dedi Melak atau Inovasi Alat Geotato.

      Uap geotermal dimanfaatkan untuk sterilisasi media tanam kentang (cocopeat) yang berdampak pada pengurangan penggunaan LPG dan peningkatan produktivitas kentang.

  2. Pengembangan Kelompok Tani melalui Demplot Agribisnis di Tomohon

    Metodologi dan teknologi budidaya yang tepat guna merupakan faktor penting dalam peningkatan produksi hasil pertanian. Keterbatasan informasi yang dimiliki petani di Kelurahan Tongadow, Kota Tomohon menyebabkan rendahnya produksi cabai rawit. PGE bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tomohon Selatan untuk memberikan pelatihan dan mengembangkan Demonstration Plot (Demplot) agribisnis cabai rawit agar para petani dapat menggunakan benih yang lebih baik, melakukan pemupukan yang berimbang, menggunakan mulsa dan melakukan pemeliharaan yang intensif. Program ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah perekonomian bagi masyarakat di area operasi Lahendong.

  3. Rumah Belajar Kopi Ulubelu dan Pemanfaatan PLTMH sebagai Sumber Energi Penggerak Mesin Pengolahan Kopi Pasca Panen

    Kopi merupakan salah satu sumber pencaharian bagi masyarakat kecamatan Ulubelu kabupaten Tanggamus, Lampung. Untuk menghasilkan kopi dengan kualitas tinggi para petani masih mengalami keterbatasan pengetahuan dan keahlian dalam pengelolaan kopi mulai proses penanaman hingga pengolahan pasca panen. PGE mendirikan Rumah Belajar Kopi sebagai wadah bagi kelompok tani untuk belajar dan memperoleh informasi tentang pengelolaan kopi yang optimal dari hulu ke hilir. Inovasi yang telah digunakan yaitu penggunaan mesin tekanan tinggi untuk menggoreng biji kopi serta brines untuk mengeringkan biji kopi sehingga produktivitas dan kualitas meningkat namun dampak terhadap lingkungan dapat diminimalisasi.

    Selain itu, PGE juga berkontribusi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang memanfaatkan aliran sungai deras sebagai sumber energi untuk masyarakat petani kopi yang berada di area terpencil. Dengan adanya PLTMH, masyarakat dapat beraktivitas tanpa perlu khawatir dengan ketersediaan listrik di daerahnya, termasuk dimanfaatkan sebagai mesin penggerak pengolah kopi pasca panen seperti proses penggorengan (roasting)